Persiapan Sebelum Tes CRP Ala SehatQ

Berkunjung ke rumah sakit untuk melakukan konsultasi kepada dokter atau tenaga medis yang lainnya memang cukup menakutkan untuk saat ini, karena banyaknya penyebaran virus Corona. Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir ketika ingin mengkonsultasikan seputar kesehatan maupun Tindakan Medis yang hendak dilakukan.

Saat ini SehatQ menjadi aplikasi terbaru yang memberikan segala kemudahan bagi para masyarakat untuk bisa mengetahui lebih dalam lagi seputar kesehatan. Melalui aplikasi ini, maka para masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter, menemukan informasi yang informatif, valid dan akurat.


Selain itu juga mendeteksi penyakit peradangan, misalnya seperti lupus, rheumatoid Arthritis maupun vaskulitis. Melalui Tes CRP ini, maka dapat mengukur jumlah protein c-reactive yang terdapat dalam darah. Untuk protein c-reaktif itu sendiri mengukur kadar peradangan dalam tubuh secara keseluruhan.
 

Persiapan Sebelum Tes CRP
Apabila kadar CRP terlalu tinggi yang dikarenakan adanya penyakit jangka panjang maupun infeksi, maka tes CRP ini menjadi tindakan medis yang bisa dilakukan. Namun sayangnya Anda tidak bisa mengetahui lokasi peradangan maupun penyebabnya. Ketika tindakan medis peradangan ini dilakukan, maka tidak membutuhkan persiapan secara khusus.

Akan tetapi apabila darah diambil untuk jenis tes yang lainnya, maka pasien harus mengikuti petunjuk atau berpuasa. Sebaiknya tanyakan kepada dokter ketika ingin menjalani tes yang lain dalam waktu yang bersamaan. Alasannya karena dari beberapa obat bisa mempengaruhi tingkat CRP pasien.

Jangan lupa untuk memberitahukan kepada dokter mengenai obat yang sedang Anda konsumsi. Jika Anda sudah melakukan tindakan medis pengecekan CRP, maka langkah selanjutnya Anda bisa mengetahui bagaimana hasil yang diperoleh.

Hasil yang terdapat di dalam reference range atau daftar berfungsi hanya sebagai panduan saja. Untuk range bervariasi antara 1 laboratorium dengan laboratorium yang lainnya. Untuk laporan laboratorium pada biasanya memuat range sesuai yang digunakan.

Sementara pihak dari dokter akan melakukan pemeriksaan dari hasil tes berdasarkan dari kondisi kesehatan pasien beserta faktor yang lainnya. Berarti apabila hasil tes masuk pada range abnormal, maka bisa saja di laboratorium yang lain masuk ke range normal. Pada biasanya hasil dari tes membutuhkan waktu selama 24 jam.

Apabila kondisi CRP normal, maka kurang dari 1.0 MG per desiliter. Bisa juga kurang dari 10 mg per liter. Setiap kondisi yang ditimbulkan karena peradangan mendadak maupun berat maka bisa meningkatkan kadar dari CRP. Namun beberapa pengobatan juga bisa menurunkan tingkat CRP pasien.

Untuk hasil yang tidak normal pada biasanya dokter akan mendiskusikan kepada pasien perihal gejala riwayat kesehatan maupun tindakan medis yang harus segera dilakukan. CRP merupakan zat protein yang diproduksi organ hati yang mampu memberikan respon apabila peradangan dalam tubuh terjadi.

Pada saat peradangan mulai terjadi, CRP akan mengalir dalam darah peradangan bisa ditandai dengan adanya hasil tes CRP yang tinggi. Apabila seseorang mempunyai tingkat CRP yang tinggi, maka bisa menimbulkan kanker atau infeksi.

Tidak sampai di situ saja karena tingkat CRP yang terlalu tinggi bisa menunjukkan adanya peradangan pada arteri jantung. Dengan demikian maka secara tidak langsung resiko serangan jantung lebih tinggi.

Selain itu para pasien yang tidak mempunyai banyak waktu luang maka dapat memanfaatkan aplikasi ini. Segala konsultasi seputar kesehatan dapat dilakukan secara online. Sebelum melakukan tindakan medis ada baiknya jika Anda mengkonsultasikan kondisi kesehatan kepada dokter.

Untuk berkonsultasi tidak harus bertatap muka dengan dokter secara langsung. Namun bisa melakukan secara online, yaitu di SehatQ. Misalnya saja Anda ingin melakukan pengecekan CRP, yaitu tes yang berguna untuk melakukan pemeriksaan peradangan yang terdapat dalam tubuh. Untuk tes ini bukanlah tes spesifik.

Artinya bisa menunjukkan apakah adanya peradangan di dalam tubuh, namun tidak bisa memberi tahu secara pasti dimana letaknya. Pada biasanya dokter akan melakukan tindakan tes ini untuk memastikan apakah obat anti peradangan dapat bekerja untuk menyembuhkan kondisi atau penyakit tertentu.